Pagi itu gue duduk sendiri di depan kelas,sekian lama gue merasa terasingkan oleh keadaan yang nggak pernah gue harapkan, tapi semua dengan mudahnya diubah oleh sosok kapten tim basket berhati ibu peri. Ya dia adalah kak Rizky . Semenjak hari itu gue berubah jadi sosok yang lebih terbuka, friendly, dan mudah bergaul.
Hampir setiap hari gue sengaja luangin waktu buat duduk di depan kelas, sambil senyum-senyum nggak jelas kaya orang gila. Mandengin lapangan basket yang tak pernah sepi, ada sosok yang menarik perhatian gue. Dialah alasan gue, memandangi lapangan basket yang tak pernah disukai Nanda, temen sebangku gue.
Hampir setiap hari gue sengaja luangin waktu buat duduk di depan kelas, sambil senyum-senyum nggak jelas kaya orang gila. Mandengin lapangan basket yang tak pernah sepi, ada sosok yang menarik perhatian gue. Dialah alasan gue, memandangi lapangan basket yang tak pernah disukai Nanda, temen sebangku gue.